Langsung ke konten utama

Mengenal Seluk Beluk Bandar Saham

 

Oleh: Cepy Suherman

Saat kamu mulai berinvestasi di pasar modal, kamu akan sering mendengar istilah bandar saham. Keberadaan mereka selalu menjadi bahan perbincangan di kalangan para pelaku pasar. Dan bagi sebagian orang, bandar saham ini kerap dicap negatif, karena dianggap memiliki makna yang sama dengan bandar judi dan bandar narkotika, meskipun pendapat tersebut tidaklah benar.

media.warriortrading.com

Lalu siapa sebenarnya sosok bandar saham itu? Bagaimana cara kerja mereka? Dan apa pengaruh aktivitas bandar saham terhadap pergerakan harga saham? Mari simak penjelasan berikut ini!


Siapakah Bandar Saham itu?

Bandar saham atau disebut juga dengan market maker adalah sekumpulan pelaku pasar yang bisa memainkan dan memanipulasi harga saham. Ia bisa siapa saja, entah itu perorangan maupun institusi tertentu. Ini bergantung pada kepemilikan dana, barang, dan sumber daya yang besar.

investbro.id

Tidak sembarang orang bisa menjadi bandar saham. Syarat utamanya tentu adalah memiliki dana dalam jumlah yang sangat besar, yang dapat digunakan untuk menggerakkan dan memanipulasi harga saham. Tujuannya jelas yaitu untuk memperoleh keuntungan.

Indikasi bandar saham yang suka memanipulasi harga menjadikan mereka kerap diidentikkkan dengan hal negatif. Aktivitas memanipulasi harga saham ini umumnya dilakukan dengan cara “menggoreng saham”. Upaya penggorengan saham memang dapat menghasilkan keuntungan yang besar, namun dapat merugikan para pelaku pasar lainnya.

Meski seringkali dianggap merugikan, nyatanya kehadiran bandar saham sangat dibutuhkan di pasar modal atas peran mereka sebagai market maker. Bandar saham mampu membentuk supply dan demand di pasar serta meningkatkan volume transaksi di suatu saham, sehingga perdagangannya menjadi ramai dan saham menjadi likuid. Jadi, tidak selamanya bandar saham itu buruk.

marketbusinessnews.com


Cara Kerja Bandar Saham

Dikutip dari berbagai sumber, dalam menjalankan aksinya, aktivitas bandar saham ini dibagi ke dalam tiga fase yaitu fase akumulasi, partisipasi, dan distribusi. Ketiga fase tersebut dilakukan tidak hanya untuk menggoreng saham berkapitalisasi kecil namun juga saham-saham big cap. Kebanyakan bandar saham biasanya menargetkan saham-saham kecil, karena harga saham-saham tersebut masih sangat fluktuatif dan mudah digerakkan. Sementara itu, jika bandar menargetkan saham-saham besar, dibutuhkan dana yang sangat besar untuk bisa mempengaruhi pergerakan harga saham tersebut.

Fase Akumulasi

Fase akumulasi adalah fase di mana bandar mulai membeli dan mengumpulkan saham. Bandar biasanya mengincar saham-saham yang harganya masih sangat murah dan belum banyak pergerakan. Aktivitas ini dilakukan secara terus menerus secara bertahap hingga diperoleh jumlah saham yang dirasa cukup.

www.investopedia.com

Saat proses akumulasi, tak jarang dibarengi juga dengan upaya menghembuskan isu-isu atau berita negatif seputar perusahaan incaran agar bandar bisa menampung saham tersebut di harga murah. Pembelian pun dilakukan secara perlahan (tidak langsung banyak) agar tidak memicu kenaikan harga yang signifikan.

Fase Partisipasi

Pada fase partisipasi, harga saham mulai naik karena adanya akumulasi yang terus menerus. Publik (terutama investor ritel) mulai tertarik dengan peningkatan harga saham dan mulai mengikutinya dengan membeli saham tersebut. Banyak investor kemudian terus melakukan pembelian dalam jumlah besar hingga memunculkan euphoria.

i.ytimg.com

Respon positif dari pasar kemudian diikuti dengan munculnya kabar-kabar positif seputar perusahaan tersebut. Rencana dan proyeksi positif tentang perusahaan tersebut mulai bertebaran di berbagai media. Pada tahap selanjutnya, kenaikan harga saham berangsur digerakkan oleh mekanisme pasar secara normal. Dan secara psokologis, kenaikan ini akan menarik perhatian investor lainnya.

Fase Distribusi

Ketika kenaikan harga sudah dirasa cukup, maka kita mulai masuk ke fase berikutnya yaitu fase distribusi. Di fase ini, sang bandar mulai melakukan profit taking dengan melepaskan kepemilikan sahamnya secara berangsur-angsur. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kepanikan di pasar yang justru bisa merugikan bandar itu sendiri.

www.newtraderu.com

Ketika banyak saham yang terjual, maka harga saham pun perlahan turun. Bandar saham sudah untung karena bisa menjual sahamnya di harga tinggi. Dan sebaliknya, para investor yang terlanjur membeli saham di harga tinggi akan terjebak alias “nyangkut”. Lalu ketika proses distribusi selesai dan harga saham tertekan di level terendah, maka nilai sesungguhnya dari harga saham tersebut baru akan terlihat.

 

Bagaimana Cara Menghadapi Permainan Bandar?

Setelah kita mempelajari bagaimana cara bandar saham bekerja, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara kita untuk bisa menghindari kerugian akibat aktivitas bandar? Atau justru mungkinkah bagi kita untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan permainan bandar?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa bandar umumnya memilih saham berkapitalisasi kecil untuk “digoreng”. Meskipun tidak menutup kemungkinan bandar pun bermain di saham-saham berkapitalisasi besar. Jadi, bagi kamu yang ingin bermain aman, belilah saham-saham berkapitalisasi besar atau saham-saham yang terdaftar dalam indeks LQ-45.

investbro.id

Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi kecil (small cap) cenderung bergerak fluktuatif sehingga menawarkan potensi keuntungan yang besar dari pergerakan sahamnya, namun dengan risiko yang besar pula. High risk high return. Untuk menghindari yang risiko yang besar, jauhilah saham-saham yang bergerak secara cepat dan tiba-tiba. Karena ada kemungkinan saham tersebut sedang “dimainkan” oleh bandar.

Banyak investor ritel yang terjebak berita-berita “pom-pom”, yaitu berita atau ulasan atas suatu perusahaan yang terlalu berlebihan. Pembuat beritanya bisa bandar atau bisa juga pihak lain. Umumnya berita tersebut mengarahkan dan mengajak investor untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Misalnya saja berita mengenai perusahaan A yang akan diakuisisi oleh perusahaan B, di mana akuisisi tersebut akan bisa menambah modal perusahaan A dan memperkuat bisnisnya. Sontak berita tersebut akan dimakan oleh investor, sehingga dalam hitungan hari atau minggu, saham perusahaan A akan naik signifikan. Setelah harga sudah meroket, bandar saham siap-siap “buang barang”. Sementara itu sebagian investor yang membeli saham A di harga tinggi terpaksa menanggung kerugian.

www.tradingwithrayner.com

Agar bisa terhindar dari saham yang sedang “digoreng”, kamu harus mengetahui seperti apa ciri saham yang sedang di-pompom itu? Jika ada pemberitaan yang terlihat tidak masuk akal, jangan langsung percaya. Apalagi jika pemberitaan tersebut disertai dengan ajakan untuk membeli. Dan hati-hati juga terhadap pemberitaan positif yang terlalu banyak dalam satu tempo waktu, misalnya pada detik-detik menjelang market dibuka, hal tersebut dapat mempengaruhi psikologis para investor.

Selama kamu mampu merespon pergerakan “mencurigakan” atas sebuah saham, maka investasi yang kamu lakukan akan tetap aman. Belajarlah menilai saham dari berbagai sudut pandang. Bisa saja saham tertentu dinilai bagus untuk jangka waktu panjang, tapi tidak disarankan untuk jangka waktu pendek. Semua kembali pada tujuan keuangan yang ingin kamu raih.

Dan bagi kamu yang justru ingin memanfaatkan aktivitas bandar untuk memperoleh keuntungan, ada baiknya mulai mempelajari lebih dalam mengenai seperti apa cara kerja bandar. Miliki mindset seperti halnya seorang bandar, dan terus-menerus berlatih hingga kamu paham betul mengenai seluk beluk bandar saham.

Komentar