Langsung ke konten utama

Pasar Modal: Alternatif Pendanaan Modal Perusahaan



Oleh: Cepy Suherman

Setiap pemilik perusahaan tentu ingin perusahaannya bisa tumbuh besar dan menguntungkan. Namun hal ini tidaklah mudah. Selain strategi dan kerja keras, tak jarang dibutuhkan pula tambahan modal yang mesti disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.


www.iexpats.com

Untuk bisa berekspansi, perusahaan dapat mengandalkan tiga alternatif sumber pendanaan. Pertama, menggunakan pendanaan internal. Sumber pendanaan ini berasal dari dalam perusahaan. Contohnya adalah laba ditahan (retained earning).

Laba ditahan adalah bagian laba perusahaan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Besarnya laba ditahan ini tergantung jumlah laba yang diperoleh perusahaan pada periode tertentu serta ditentukan pula oleh hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai seberapa besar bagian keuntungan yang akan dibagikan.

Kedua, mengajukan pinjaman ke bank. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan debt financing (utang). Dana atau modal yang diperoleh dari bank sering juga dianggap sebagai modal asing. Beberapa jenis sumber dana dari bank antara lain Kredit UMKM, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Pasar Uang, dan sebagainya.

gradeup.co

Konsekuensi yang timbul dari pinjaman bank adalah perusahaan harus membayar bunga pinjaman. Bunga pinjaman sendiri sebenarnya merupakan biaya atas penggunaan dana bank. Hal ini tentu harus dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengajukan pinjaman. Jangan sampai keuntungan perusahaan justru banyak tergerus akibat menanggung beban bunga yang tinggi.

Alternatif ketiga adalah mencari pendanaan di pasar modal. Secara sederhana pasar modal diartikan sebagai suatu mekanisme yang mempertemukan antara pemodal (investor) dengan pihak yang membutuhkan dana (emiten). Pasar ini tidak berbentuk fisik seperti pasar-pasar yang kita ketahui pada umumnya, melainkan berbentuk abstrak. Masyarakat mengindentikkan pasar modal dengan Bursa Efek.

gandengtangan.org

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk menghimpun dana dari pasar modal, antara lain melakukan Initial Public Offering (IPO), Right Issue, dan Penerbitan Obligasi. Sekarang mari kita bahas satu persatu.

1.   Initial Public Offering (IPO)
Secara bahasa, Initial Public Offering (IPO) dapat diartikan sebagai Penawaran Umum Perdana. Maksudnya adalah ketika perusahaan melakukan IPO, inilah waktu di mana perusahaan melaksanakan penjualan saham untuk pertama kali kepada masyarakat (investor). Setelah proses IPO selesai, maka otomatis saham perusahaan tersebut akan terdaftar di bursa efek dan dapat diperjualbelikan antar investor.

IPO merupakan impian bagi banyak perusahaan di seluruh dunia. Mengapa? Karena dengan cara ini perusahaan dapat memperoleh dana murah dan cepat dari pasar modal. Berbeda jika perusahaan meminjam uang dari bank dan harus membayar bunga yang tinggi, melalui IPO, perusahaan tidak memiliki kewajiban dan tidak ada kepastian seberapa besar keuntungan yang mesti diberikan kepada pemegang saham.

id.techinasia.com

Selain untuk memperoleh dana, tujuan perusahaan melakukan IPO juga untuk memperoleh status sebagai perusahaan terdaftar di Bursa Efek. Status ini dianggap sangat penting di dunia bisnis. Sebuah perusahaan yang sudah go-public biasanya akan dianggap terpercaya, memiliki manajemen yang baik, serta mendapat pengawasan dari berbagai pihak. Harapannya dengan segala kelebihan tersebut, perusahaan dapat mengembangkan bisnis, mendapat pelanggan baru, dan memperoleh prestise. 

2.   Right Issue
Right Issue atau HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) adalah Hak bagi pemegang saham untuk membeli saham baru pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan perusahaan melakukan Right Issue antara lain untuk memperoleh dana yang dapat digunakan untuk mendanai ekspansi usaha, membangun pabrik baru, menambah jumlah mesin, mendanai riset pengembangan produk baru, membayar utang, hingga digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain.

economy.okezone.com

Tahukah kamu, apa perbedaan antara Right Issue dengan IPO? Perbedaan utama antara IPO dan Right Issue adalah kepada siapa penawaran ditujukan. Pada IPO, saham ditawarkan kepada umum. Jadi, siapapun boleh beli. Sementara pada Right Issue, saham hanya ditawarkan untuk kalangan terbatas, yaitu orang-orang yang masih tercatat sebagai pemilik saham perusahaan yang melakukan Right Issue. Right Issue biasa disebut juga dengan Penawaran Umum Terbatas. 


3.   Penerbitan Obligasi
Obligasi (bond) merupakan sertifikat atau surat berharga yang berisi tentang pengakuan utang oleh penerbit obligasi kepada investor (pemberi pinjaman). Sebagai penerbit obligasi, pihak perusahaan akan membayarkan bunga (kupon) secara berkala sesuai dengan tempo yang telah ditetapkan, serta membayarkan seluruh pokok pinjaman saat tiba masa jatuh tempo.

Pada umumnya obligasi diterbitkan pada rentang waktu tertentu, mulai dari 1 tahun hingga yang paling lama 30 tahun. Bagi penerbit, obligasi merupakan opsi pendanaan yang menarik karena memiliki jangka waktu yang relatif panjang dengan biaya yang relatif murah. 

alinea.id

Lalu, mengapa banyak perusahaan lebih memilih menerbitkan obligasi ketimbang meminjam uang ke bank? Pertimbangan selisih suku bunga adalah salah satunya. Seringkali bunga obligasi yang mereka bayarkan kepada investor lebih rendah dibanding membayar bunga pinjaman ke bank. Dengan membayarkan bunga rendah, perusahaan dapat menghemat pengeluaran sehingga dapat berinvestasi pada hal-hal yang mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pilihan untuk tidak meminjam uang ke bank juga dikarenakan bank biasanya memberikan berbagai persyaratan yang dapat membatasi operasional perusahaan. Misalnya bank akan membatasi perusahaan untuk tidak menarik utang baru atau tidak mengakuisisi perusahaan lain, sampai pinjaman mereka dilunasi secara penuh.


Nah, sekarang kamu tahu kan, ternyata banyak cara perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang dapat mengakses dana ke pasar modal, diharapkan dunia usaha di negeri ini dapat terus maju dan berkembang




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Saham Murah Menggunakan Margin of Safety

Oleh: Cepy Suherman Tahukah kamu, Warren Buffet pernah berkata bahwa ada tiga kata yang paling penting dalam investasi. Tiga kata tersebut yaitu “ Margin of Safety” . Menurutnya, kata-kata (konsep) tersebut sangatlah penting bagi siapapun yang ingin meraih kesuksesan di pasar modal. tradebrains.in Bagi para value investor , margin of safety menjadi semacam strategi investasi yang wajib dipahami dan dikuasai. Dengan strategi ini, mereka bisa memperoleh saham bagus dengan harga murah, untuk kemudian dijual kembali pada harga yang lebih tinggi. Penasaran dengan strategi investasi yang satu ini? Yuk, kita simak penjelasan berikut ini. Mengenal Margin of Safety Dalam ilmu investasi, margin of safety (MOS) sebenarnya menggambarkan selisih antara harga saham ( market value ) dengan nilai intrinsik ( intrinsic value ) saham tersebut. Margin of safety atau biasa disebut juga dengan “margin pengaman” atau “batas aman” ini, adalah konsep yang dipopulerkan oleh Benjamin

Efficient Market Hypothesis: Sebuah Teori dalam Memahami Perilaku Pasar Modal

Oleh: Cepy Suherman Mempelajari pasar modal, tentu tidak akan lepas dari berbagai macam konsep dan teori yang terus dikembangkan. Salah satu “penemuan” terbesar di bidang keuangan (khususnya pasar modal) yaitu dikemukakannya sebuah hipotesis tentang pasar yang efisien ( Efficient Market Hypothesis ). Apakah kamu pernah mendengar hipotesis ini? tradebrains.in Dari sekian banyak teori keuangan, hipotesis pasar efisien dianggap sebagai salah satu teori paling penting yang wajib diketahui semua pelaku pasar modal. Konsepnya yang menarik, telah menjadikan teori ini mendapatkan perhatian yang luar biasa dan terus-menerus diuji di hampir seluruh pasar modal di dunia hingga sekarang. Penasaran, seperti apa hipotesis ini? Yuk kita simak penjelasan berikut ini. A.       Mengenal Efficient Market Hypothesis (EMH) Efficient Market Hypothesis (EMH) pertama kali dikembangkan dari sebuah disertasi seorang ahli keuangan bernama Eugene Fama pada 1960-an, yang kemudian diperke

Penerapan Ekonometrika Keuangan dalam Aktivitas Trading di Pasar Modal

Oleh: Cepy Suherman Sebelum melakukan trading, para trader umumnya melakukan analisis terhadap surat berharga (efek) yang akan mereka beli, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dalam analisis kualitatif, para trader akan mengamati model bisnis suatu perusahaan, manajemen, keunggulan kompetitif, corporate governance , regulasi, hingga pertumbuhan industri. Di sisi lain, analisis kuantitatif dilakukan dengan memeriksa laporan keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan ini akan diketahui mengenai nilai aset, kewajiban, kepemilikan modal, hingga proyeksi laba di masa yang akan datang. londontradinginstitute.com Salah satu metode kuantitatif yang cukup banyak dipakai dalam trading saham yaitu melalui Pemodelan Ekonometrika ( econometric modeling ). Salah satu kelebihan metode ekonometrika ini yaitu kemampuannya untuk melakukan peramalan ( forecasting ) dengan derajat probabilitas tertentu. Dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, peramalan melalui meto

Mengenal Trading Indicator Jepang Ichimoku Kinko Hyo

Oleh: Cepy Suherman Saat mendengar istilah “ Ichimoku Kinko Hyo ”, kamu pasti akan mengasosiasikannya dengan negara Jepang. Yup, istilah ini memang diambil dari bahasa Jepang yang merupakan gabungan dari kata “ Ichimoku ” yang artinya sekilas, “ Kinko ” yang berarti keseimbangan, dan “ Hyo ” yang berarti grafik. Jadi secara sederhana Ichimoku Kinko Hyo dapat diartikan sebagai grafik yang menggambarkan keseimbangan sekilas ( equilibrium at a glance ). Pinterest Ichimoku merupakan salah satu trading indicator yang banyak digunakan para trader maupun investor. Indikator ini pertama kali dikembangkan oleh seorang jurnalis asal Jepang bernama Goichi Hosada pada 1936. Dibutuhkan waktu 20 tahun bagi Goichi Hosada untuk mengembangkan dan menguji indikator ini hingga akhirnya baru dirilis pada 1969 saat ia menulis sebuah buku. videosde.eu Pada awal kemunculannya, Ichimoku hanya digunakan oleh para trader di kawasan Asia. Mereka menggunakan indikator ini dalam

Mengukur Kinerja Reksadana dengan Indikator Kuantitatif

Oleh: Cepy Suherman Setiap orang tentu ingin memperoleh keuntungan saat berinvestasi di reksadana. Untuk mencapai hal tersebut, seorang investor biasanya akan mengamati dan melakukan review atas produk-produk reksadana yang akan mereka beli. Cara paling gampang yaitu dengan menilai reksadana berdasarkan tingkat keuntungan ( return ) dengan melihat grafik perkembangan Nilai Aktiva Bersih dari waktu ke waktu. i.ytimg.com Sebenarnya ada banyak cara untuk mengukur kinerja suatu produk reksadana. Salah satunya melalui pendekatan kuantitatif dengan bermacam indikator. Penggunaan indikator ini dapat membantu investor untuk mencari produk-produk reksadana yang dapat menghasilkan return yang optimal dengan risiko yang terukur. Dan investor tentunya menginginkan memiliki produk reksadana yang menghasilkan return tinggi dengan risiko rendah. Menilai kinerja reksadana hanya dari tingkat keuntungannya saja memang memiliki banyak kelemahan. Untuk itu diperlukan beberapa indi

Modern Portfolio Theory: Panduan dalam Diversifikasi Investasi

Oleh: Cepy Suherman “ Don’t put all your eggs in one basket ” Kamu tentu pernah mendengar pepatah di atas. Dalam dunia investasi, hal ini berarti bahwa sebaiknya kamu tidak menempatkan semua modalmu dalam satu instrumen saja. Karena jika “keranjang” itu jatuh, maka “telur-telurmu” pun akan pecah semua. Tidak semua orang berani menghadapi risiko tinggi saat berinvestasi. Untuk memperoleh hasil optimal dengan risiko yang minimal, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi. Caranya yaitu dengan menempatkan aset-aset ke berbagai instrumen investasi. live.staticflickr.com Banyak investor pemula yang belum sadar pentingnya melakukan diversifikasi. Padahal strategi ini dapat membantu kita dalam meminimalisir risiko, sekaligus mencapai hasil yang diharapkan. Untuk itu, melalui penjelasan berikut ini kita akan mencari tahu seberapa penting melakukan diversifikasi dalam aktivitas investasi. Pentingnya Diversifikasi Secara se

Mengenal John Maynard Keynes: Sang Bapak Makroekonomi Modern

Oleh: Cepy Suherman Bagi kamu yang kuliah di Fakultas Ekonomi (atau tertarik dengan ilmu ekonomi) mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama tokoh yang satu ini. Yup, dia adalah John Maynard Keynes. Pria yang dinobatkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh abad ke-20 versi Majalah Times ini, merupakan salah satu ekonom yang sangat penulis kagumi sejak lama.  The School of Life YouTube Channel Kehebatan Keynes dalam bidang teori ekonomi, terutama makroekonomi, sudah diakui oleh banyak orang. Pemikirannya telah mempengaruhi, bahkan mengubah berbagai kebijakan ekonomi di banyak negara. Atas prestasinya ini wajar saja jika Majalah The Economist menganggap Keynes sebagai Ekonom Terbesar Inggris abad ke-20. Penarasan siapa John Maynard Keynes sebenarnya? Yuk, simak penjelasan berikut. Siapa itu John Maynard Keynes? John Maynard Keynes lahir pada 5 Juni 1883 di Cambridge, Inggris. Ia merupakan putra dari John Neville Keynes, seorang dosen filsafat dan ekonom pad