Langsung ke konten utama

Postingan

Hati-Hati Dividend Trap…!!!

Oleh: Cepy Suherman   Salah satu alasan trader atau investor berinvestasi saham adalah ingin memperoleh dividen. Bahkan tidak sedikit penasihat investasi mengatakan bahwa saham yang layak dibeli adalah saham yang memiliki dividend yield tinggi. Namun, dalam investasi saham sehari-hari, pembagian dividen kerap menimbulkan “korban”.   Dividend Trap Untuk mendapatkan dividen, sebenarnya tidaklah sulit. Investor hanya cukup tercatat sebagai pemegang saham emiten yang akan membagi dividen pada cum date . Cuma date sendiri yaitu tanggal terakhir untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan. Dividen merupakan “pemanis” bagi para investor, termasuk investor jangka pendek. Sering kali, investor sengaja membeli saham di saat cum date dan melepasnya kembali pada saat ex date (hari setelah cum date ). Jadi, dengan cara ini membuat pemegang saham tidak perlu memegang saham lama-lama untuk mendapatkan dividen. Saat terjadi peningkatan permintaan terhadap saham menjelan

Strategi Meminimalisir Risiko Berinvestasi Saham

  Oleh: Cepy Suherman Setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko serta potensi keuntungannya masing-masing. Biasanya risiko dari suatu instrumen investasi sepadan dengan potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Dalam hal ini instrumen saham memiliki karakteristik “ high risk, high return ”. Apa saja keuntungan dan risiko berinvestasi saham? ieglobal.vistra.com Keuntungan dan Risiko Berinvestasi Saham Keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan berinvestasi pada saham yaitu memperoleh dividen dan capital gain . Dividen adalah pembagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Besarnya jumlah dividen yang diterima berbeda-beda tiap investor, tergantung banyaknya saham yang dimiliki. Dividen sendiri berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sementara itu capital gain adalah adalah keuntungan yang diperoleh dari naiknya harga saham. Dengan kata lain, capital gain diperoleh ketika investor bisa menjual sahamnya pada harga lebih tinggi dibanding harga pembeli

Relative Strength Index

  Oleh: Cepy Suherman Relative Strength Index (RSI) merupakan salah satu indikator oscillator yang paling populer dan dianggap cukup handal. Indikator yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder ini dapat digunakan di berbagai jenis pasar seperti saham, komoditas, dan forex. RSI umumnya digunakan oleh para trader untuk mengukur kecepatan ( velocity ) dan kekuatan ( magnitude ) dari perubahan harga. en.cryptonomist.ch Secara tradisional, RSI biasanya digunakan untuk menentukan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar dengan melihat level overbought dan oversold . Indikator ini digambarkan dalam bentuk sebuah garis yang dapat bergerak di antara dua titik ekstrim, 0 – 100. Saat RSI berada di atas level 70, hal ini dianggap sebagai terciptanya kondisi overbought atau overvalued . Sebaliknya, saat RSI berada di bawah level 30, hal ini mengindikasikan terjadinya oversold atau kondisi undervalued . Selain digunakan untuk mengetahui velositas harga, RSI juga dapat digunakan u

Menganalisis Fundamental Perusahaan Melalui Laporan Keuangan

  Oleh: Cepy Suherman Salah satu strategi dalam berinvestasi saham adalah dengan menggunakan analisis fundamental. Analisis Fundamental ( Fundamental Analysis ) adalah analisis yang dilakukan dengan mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan kekuatan mendasar dari suatu perusahaan. Berbeda dengan analisis teknikal ( technical analysis ), dalam analisis fundamental investor tidak hanya berfokus pada pergerakan harga saham, tetapi juga kinerja bisnis secara keseluruhan. Dalam analisis fundamental diperhitungkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga saham, seperti kinerja perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, hingga analisis makroekonomi secara keseluruhan. Tujuan utama dari analisis ini ialah untuk menentukan apakah suatu saham itu undervalued atau overvalued . Dengan mengetahui kondisi kesehatan suatu perusahaan, kita bisa memutuskan apakah saham perusahaan tersebut layak dibeli atau tidak. Jika perusahaan berada dalam kondisi yang baik serta memiliki

Ada Bank Kustodian, Investasi Reksadana Jadi Tenang!

Oleh: Cepy Suherman Mungkin banyak di antara kalian yang sudah tidak asing lagi dengan produk investasi reksadana. Instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat ini kini sudah banyak diperkenalkan dan dijual baik melalui perusahaan sekuritas, manajer investasi, bank, perusahaan asuransi, hingga perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak. Namun ada juga sebagian masyarakat yang skeptis dan ragu apakah berinvestasi reksadana itu aman atau tidak. Mereka berpikir bahwa uang yang diinvestasikan nantinya akan masuk ke rekening agen penjual reksadana atau ke ManajerInvestasi . Kesalahpahaman tersebut merupakan suatu hal yang wajar, mengingat calon investor tentunya akan mempertimbangkan faktor keamanan di samping kalkulasi untung-rugi. previews.123rf.com Buat kamu yang sudah atau mau memulai berinvestasi reksadana, tidaklah perlu merasa khawatir. Uang kamu tidak akan disalahgunakan oleh pihak yang tidak jelas, karena seluruh dana nasabah akan disimpan secara aman